Diduga Apotek Kedaung Jaya tetap buka, walaupun belum mengantongi SIPA

Teropongpost, Kab. Tangerang, –Diduga tidak memiliki Surat Ijin Praktek Apoteker (SIPA) dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Apotek Kedaung Jaya, di Jalan Raya Kedaung Barat Rt 007/01, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, berani layani konsumen dan pasang papan nama.

Saat dikonfirmasi awak media Karyawan Apoteker Kedaung Berjaya Pahmi, mengakui kalau tempat dirinya bekerja belum memiliki SIPA, dengan berdalih belum bisa diurus karena situasi sedang dalam keadaan masa Pandemi Covid-19.

“Belum keluar SIPAnya, belum bisa disurvey lokasi apotekernya, karena lagi PSBB, kata orang kantornya sudah ada yang kena Covid-19,” ucapnya, Kamis, (22/10/20).

Pahmi mengatakan, bahwa dirinya membuka apoteker atas perintah dari salah satu pegawai Dinkes Kabupaten Tangerang, yang dirinya tidak mengetahui identitas pegawai tersebut, yang menyuruh mengoperasikan apotek.

“Katanya petugasnya lagi kena Corona, jadi tidak bisa urus SIPA, kata orang Dinkes kalau mau buka apoteknya buka aja, kalau ada yang nanya suruh telpon ke orang Dinkes, yang tahu namanya bos saya,” ujarnya.

Disisi lain pemilik Apoteker Kedaung Berjaya Nardi, saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, membenarkan usaha miliknya tersebut belum mempunyai SIPA dari Dinkes Kabupaten Tangerang, karena dirinya sedang mengajukan persyaratannya.

“Sebenarnya ini urusan interen, SIPAnya dalam pengurusan apotek saya, kemaren kita sudah ajukan berkasnya bulan lalu ke Dinkes, terus ada edaran dari Dinkes tidak boleh ke lapangan, karena lagi ada PSBB,” terangnya.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Nardi pun mengatakan hal yang sama seperti karyawan apotekernya, bahwa dirinya memberanikan membuka apotek miliknya karena sudah berkoordinasi dengan salah satu pegawai Dinkes.

“Saat kita konfirmasi orang Dinkes, katanya tidak apa-apa disuruh buka apoteknya, kata orang Dinkes bilang aja dalam pengurusan dan pengawasan, saya kaget juga ada teman wartawan datang,” tukasnya.

Namun saat dikonfirmasi terkait nama orang Dinkes yang menyuruh apoteker tersebut beroperasi, Nardi enggan menyebutkan nama orang tersebut, dan agak sedikit meradang melalui telepon via WhatsApp tersebut.

“Buat apa nanya namanya, bapak lama-lama aneh sama saya, jadi tujuan nanya buat apa, saya penasaran, kadang terlalu jauh masuk urusan dapur orang itu tidak bagus pak,” pungkasnya. (Akbar/RI)

32 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.