Diduga Galian Tanah Merah Tak Berizin, GAIB 212 PAC Warunggunung Minta Satpol-PP Turun

Teropongpost, Lebak, –Anggota Organisasi Kemasyarakatan Gabungan Anak Indonesia Bersatu (Ormas GAIB 212) PAC Kecamatan Warungunung Burhan yang sering disapa Buyung menyoroti aktivitas galian tanah merah di lokasi Pasir Layon Kampung Jalupang, Desa Padasuka Kecamatan Warunggunung, yang diduga tidak berizin.

“Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten dalam hal ini Satpol-PP harus menyikapinya, galian tersebut memiliki ijin atau tidak,” kata Burhan kepada awak media, Kamis (14/1/2021).

Dikatakan Burhan yang sering disapa Buyung itu, hasil pantauan dititik lokasi itu, sangatlah berdampak selain kepada masyarakat juga terhadap infrastruktur Jalan Desa.
“Sudah kondisi rusak, ditambah ada aktivitas galian ya tambah rusak jalan itu,” ungkap Burhan

Sebelumnya ia juga sudah mengkonfirmasi kepada pemilik galian, namun kata Burhan pemilik tersebut mengaku hanya sekedar bekerja.

Ia pun menambahkan, dan apabila Pemerintah yang punya kebijakan tidak mau menutup kegiatan tersebut, mungkin akan mengadakan blokade jalan. Karena kegiatan tersebut hanya menguntungkan beberapa pihak saja, dan sangat merugikan masyarakat.

Karena dampaknya jalan akan hancur, dan dikala hujan becek, serta berdampak akan jatuhnya korban pengedara R2 maupun R4. Dan dikala panas ngebul, bisa mengganggu pernafasan masyarakat setempat,” pungkasnya

Sementara itu Kepala Desa Padasuka Irawati, saat dikonfirmasi soal aktivitas galian tersebut, membenarkan bahwa kegiatan itu belum ada izin, karena ia tidak merasa didatangi oleh pengusaha untuk menempuh izin tersebut.

“Iya Desa belum merasa mengeluarkan izin, bahkan saya tahu juga dari masyarakat yang datang menanyakan ke Desa,” ujar Kades melalui aplikasi WhatsAppnya

Terpisah Kasi Satpol-PP Kecamatan Warunggunung Edi Junaedi, mengaku baru mengetahui adanya kegiatan tersebut, tapi ia mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengecek lokasi.
“Coba kami akan mengecek terlebih dahulu ke lokasi, apakah kegiatan tersebut mengantongi ijin atau tidaknya,” terang Edi. (Aris)