Diduga Kuat Oknum Pegawai Desa Jagabaya Melakukan Pungli Pembuatan KK dan KTP

Teropongpost, Lebak, –Oknum Pegawai Desa Jagabaya Kecamatan Warunggunung, Lebak, Banten. Diduga Melakukan Pemungutan sejumlah 450.000 (Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) Untuk biaya Pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Hal Tersebut di ketahui dari Akun Sosial Media Bernama Yogi yang Memposting Status tentang dugaan Pungli tersebut. Diketahui Yogi merupakan salah satu Anggota Karangtaruna di Desa Tersebut.

“Wih keren amat nyah oknum pegawai di Desa Jagabaya, nyien KK jeung KTP bae geh nyampe Rp 450.000, Info dari Warga sebagai korban dan ada bukti rekamannya, mun jadi mah puguh hanteu.” Tulis akun Yogi pada statusnya dalam bahasa Sunda yang artinya

“Wih keren banget yah oknum pegawai di Desa Jagabaya, buat KK sama KTP aja sampe 450.000, info dari warga sebagai korban dan ada bukti rekamannya, kalau jadi mah, ini mah ngga” .

Menyikapi hal tersebut Tim Media TP bersama Ketua Ormas gaib 212 Kecamatan Warunggunung melakukan konfirmasi ke Pihak desa jagabaya. Namun Kepala Desa serta Sekdes tidak berada di tempat, sehingga tidak ada yang dapat memberikan penjelasan terkait masalah tersebut, lalu tim meminta staf desa tersebut agar menelpon Sekdes yang saat itu sedang berada diluar.

Saat di konfirmasi Via Aplikasi WhatsApp Uweh selaku sekertaris Desa Jagabaya membenarkan bahwa itu dilakukan oleh oknum pegawai Desa Jagabaya dengan inisial IR.

“Iya betul betul pa, tapi IR sudah berdamai dengan korban saat musyawarah di kantor Kecamatan Warunggunung disaksikan oleh Pak Camat juga,” jelas Uweh

Sementara itu Hendra Boby Abimanyu selaku ketua Ormas Gaib 212 PAC Kecamatan Warunggunung, sangat menyayangkan dengan yang dilakukan oleh oknum pegawai desa tersebut. Menurutnya pembuatan Kartu KK dan KTP tersebut gratis tanpa dipungut biaya.

“Saya selaku Ketua Ormas Gaib PAC Warunggunung sangat menyayangkan dengan yang dilakukan oknum pegawai desa di Jagabaya tersebut. Saya meminta kepada pihak terkait (Kepolisian) agar segera menyikapi masalah ini agar kedepan tidak terjadi lagi hal hal seperti ini. Kalau setiap Temuan bisa selesai dengan berdamai dengan korban. saya khawatir akan banyak yang meniru. Karna apabila ketahuan tinggal berdamai saja dengan korban.” Tegas Hendra Boby Abimanyu. (Agus)