Diduga Para Pengrajin Tahu dan Tempe Mengeluh dan Akan Demo, Dikarenakan Naiknya Harga Kacang Kedelai

Teropongpost, Depok, –Dengan melonjaknya harga Kacang Kedelai yang sangat tinggi, para pengrajin Tahu dan Tempe mengeluh. Semakin hari harga kacang kedelai semakin mahal.

Pengrajin tempe yang kecil-kecilan pun banyak yang berhenti, dikarenakan harga kacangnya yang sangat mahal. Dari harga normal Naik hingga 30%.

“Yang anehnya, Dolar tidak naik, kenapa haraga kacang kedelai harus naik sampai 30%?” Ujar salah seorang pengrajin tahu dan tempe. Kamis, (31/12/2020).

Pengrajin Tahu dan Tempe se-DKI pun sepakat akan demo (Mogok Dagang), selama 3 hari dari tanggal 1 Januari 2021 sampai Tanggal 3 Januari 2021.

Para pengrajin pun menuntut agar Pemerintah membuat skema tata niaga kedelai yang saling menguntungkan dilakukan oleh Pemerintah, demi menjaga stabilitas harga untuk kenyamanan para pelaku UKM Tahu dan Tempe yang jumlahnya cukup besar.

Pengrajin pun meminta Pemerintah agar merealisasikan program swasembada kedelai yang sudah dicanangkan sejak tahun 2006 lalu.
Dan juga segera mengevaluasi hasil kedelai lokal yang tiap tahunnya data statistik produksi kedelai lokal, yang rata-ratanya mencapai Rp 800 ribu ton sampai 900 ribu ton /tahun. (Djafar)