Dirjen Pakan dan Obat Ikan Kementerian Perikanan Kunjungi Kamaggota Kabupaten Tangerang

Teropongpost, Tangerang, –Dirjen pakan dan obat ikan kementerian perikanan Mimid Abdul Hamid kunjungi penggiat Kandang Maggot Tangerang (Kamaggota). Lokasi di Kampung Tempe RT 01/04, Desa Jati Mulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Hadir dalam acara kunjungan ke penggiat Kamaggota Dwi Retno Kabid Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang beserta jajaran, H. Sugih Sugalih Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tangerang, Staf Kecamatan Sepatan Timur, Staf Desa JatiMulya, Ketua Kamaggota Ahmad Ramdani, DPK KNPI Sepatan Timur Andri Ahonk, Ketua Penggiat Sosial Sepatan Timur Suryono, Ketua LMP Sepatan Timur Sulaiman Zajuli. Jum’at, (26/06/2020).

Dirjen pakan dan obat ikan kementerian perikanan Mimid Abdul Hamid mengatakan ia menginginkan maggot ini bisa menjadi salah satu bahan baku untuk pengembangan pakan budidaya ikan.
Budidaya maggot bisa menjadi solusi untuk penanggulangan sampah dan kegiatan ini bisa memperdayakan masyarakat, juga padat karya serta bisa menjaga sinabungan usaha budidaya ikan,” katanya disela-sela kunjungannya.

Hamid menambahkan, kamaggota ini memang mempunyai multipel efek, jadi disamping mendukung produksi ikan, ikan-ikan tawar, ikan lele, ikan Mas dan sebagainya. Kedatangan kesini bersama jajarannya ke kandang manggot dalam rangka ingin membangun sentra-sentra pengembangan maggot, di wilayah wilayah di Kabupaten-Kabupaten, dan kita kaitkan dengan sentra pengembangan budidaya ikan.

Saya berharap ada dukungan dari berbagai pihak, dari berbagai sektor, dari lingkungan hidup, terkait penyediaaan sektor pertanian, karena maggot ini produknya bukan hanya untuk digunakan Perikanan tapi juga untuk peternakan ada juga kegiatan untuk pertanian dan sampah organik bekas maggot bisa dijadikan pupuk dan sebagainya,” ujarnya.

Ketua Pengelola Maggot Ramdani pun mengungkapkan kedatangan Dirjen pakan dan obat Kementerian Perikanan ke kandang Maggot di Kecamatan Sepatan Timur untuk meninjau pembudidaya maggot sekaligus lahan yang ada di Kecamatan Sepatan Timur yaitu lahan Pasar Argo.

Beliau pun berharap kepada Pemerintah maupun Dinas terkait khususnya, untuk memfasilitasi kami penggiat budidaya maggot. Karena kami terbatas dengan lahan yang kami miliki, dan fasilitas-fasilitas yang kami miliki akhirnya kami tidak bisa memproduksi banyak dan tidak bisa menyerap sampah yang lebih banyak lagi.

Saya berharap lahan pasar argo yang mangkrak selama 9 tahun aset dinas pertanian ini bisa kami kelola dan dipergunakan dengan baik. Karena kami sudah menunggu dari tahun 2018 lalu hingga sekarang,” ujarnya

Saat ini anggota penggiat maggot ada 10 orang dan untuk maggot ini sendiri sampah organik yang di dapatkan dari Pasar Sepatan dan Pasar Tradisional Pelangi Sepatan, rumah makan resto yang ada di Kecamatan Sepatan Timur.

Ditempat yang sama, penggiat Sosial Suryono menambahkan, Ia berharap kepada Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bisa mengupayakan lahan yang mangkrak selama 9 tahun di Desa Kedaung Barat yang berdiri di lahan pemerintahan Kabupaten Tangerang difungsikan untuk Pasar Argo biar bisa kami fungsikan sebagai pengelola atau sebagai budidaya maggot dan ikan nantinya.

Mengapa kami fokus kesitu, satu lahan itu memang alternatif yang baik untuk pengoperasian sampah skala besar, dan sekarang yang berdiri ini sangat sulit dikarenakan keterbatasan dengan akses jalannya tidak bisa kita menerima sampah dengan kapasitas tonase.
Saya mohon kepada Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar bisa mengupayakan terkait lahan Pasar Argo yang mangkrak 9 tahun untuk kami kelola sebagai budidaya maggot dan menjadi sentral produk maggot di Sepatan Timur, terima kasih,” pungkasnya. (Akbar)

7 Comments

  1. Greetings! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout out and say I
    genuinely enjoy reading through your posts. Can you suggest any
    other blogs/websites/forums that cover the same topics?
    Thanks a ton!

Leave a Reply

Your email address will not be published.