Diskusi Pesona Keraton Keagungan Warisan Sejarah bersama PaSTI

Teropongpost, Jakarta, – Jumat, 23/8/2019. Penggiat Startup Tourism Indonesia (PaSTI) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman Bidang Sosio Antropologi Indonesia, dan Masyarakat Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) serta Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) menggelar diskusi bertajuk Pesona Keraton Keagungan Warisan Sejarah di Gedung BPPT.

Dalam diskusi tersebut terungkap dari Sekretaris Jenderal Pasti Kusuma Widya DP, bahwa Penggiat pariwisata Indonesia membutuhkan akses lebih banyak ke dalam lingkungan keraton. “Kami membutuhkan inventori atau paket perjalanan pariwisata yang anti mainstream, sebelumnya secara umum anggota kami ada paket jalan-jalan ke keraton tapi hanya di permukaaan saja akses terbatas. “Kami ingin masuk lebih dalam lagi ke keraton, mengungkap sejarah dan kehidupannya, bagaimana sih kehidupan di keraton, bagaimana rasanya tinggal di dalam keraton, cara komunikasi di keraton dan lain sebagainya”. Jelasnya

Disisi lain MAKN dan FKIKN butuh saluran kegiatan yang berdampak ke kaum milenial, sekarang kan ada gap antara generasi tua dan muda, dan kami PaSTI ingin coba menjembataninya, kami memiliki pelaku pariwisata yang mayoritas adalah kaum muda, kami mencoba memberi pemahaman baru adanya periwisata berbasis kebudayaan untuk mengakses keraton lebih dari orang lain, ini benefitnya,” ungkap Sekretaris Jenderal Pasti Kusuma Widya, DP.

Sementara itu Tukul Rameyo Adi, Staf ahli Bidang Sosio Antropologi Kemenko Maritim mengatakan bahwa Indonesia kini telah memunculkan revitalisasi jalur rempah sebagai bagian dari program pemajuan budaya. Jalur rempah kini akan menjadi bagian dari pemajuan budaya kita, ada 10 destinasi wisata yang akan dikembangkan jalur rempah, mulai di Belitung, Bali dan Ternate.
“Hal ini karena bangsa Indonesia sejak ribuan tahun lalu konon sudah berani mengarungi laut, selain memiliki jiwa petualang dan pembelajar bangsa kita juga memiliki jiwa pedagang, yang diperdagangkan sejak dulu adalah rempah ke seluruh dunia seperti Mesir, India dan Eropa khususnya,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Masyarakat Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) RA Yani WSS Kuswodidjojo mengatakan peran budaya juga ada di keraton, UUD No. 5 Tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan terdapat 10 objek kemajuaan kebudayaan, salah satunya peran keraton sebagai pusat pengetahuan Budaya.
“Misal dari keraton Sumenep, akar dari batik Madura berasal dari Astatinggi atau tempat pemakaman para Raja yang kemudian diukir menjadi batik, juga buku rempah ditulis dengan tulisan tangan arab gundul ratusan tahun yang lalu masih ada di Sumenep, ditulis diatas kertasnya dari semacam daun tapi tidak rusak, itu baru di Sumenep bagaimana dengan kerajaan lain pasti ada ada budayanya,” ujar Bunda Yani panggilan akrabnya.

Kemenko Maritim menyatakan bahwa, pada tahun 2019 ini akan memulai pilot project Spice Road Connection sebagai kegiatan inisiatif mencoba revitalisasi jalur rempah untuk mendukung pariwisata.
”Jadi kita akan coba jalur rempah, budaya keraton, dan museum serta geopark. Kemenko Maritim yang akan mengkoordinir melalui Program Budaya Bahari di dalam RPJM,” pungkasnya.

PaSTI sendiri adalah organisasi yang masih berusia belia namun sudah menunjukkan eksistensinya dalam pengembangan dunia pariwisata. Mewadahi beberapa pelaku maupun pemerhati industri pariwasata dalam suatu ekosistem yang mempunyai visi menjadi wadah pengembangan startup pariwisata digital di Indonesia yang pada akhirnya berdampak pada penguatan branding Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia.(TINI/ARGA)