Ditengah Pandemi, Diduga Proyek Siluman Muncul Di Belakang RSUD Kota Tangerang

Teropongpost, Kota Tangerang, –Terkait adanya dugaan pembangunan proyek siluman yang muncul dibelakang area gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang menjadi sorotan publik ditengah gencarnya pandemi coronavirus disease Covid-19.

Pasalnya pada saat berlangsungnya pengerjaan pembanguan proyek tersebut tidak terpampang papan informasi mengenai jenis pembangunan, proses waktu pengerjaan, nama kontruksi, luas volume, dan besaran anggaran yang digunakan.

Ironis, keberadaan proyek siluman tersebut nampak tidak ingin diketahui oleh publik bahkan beberapa pekerja pun seolah terkesan menutupi saat dimintai keterangan informasi oleh beberapa awak media.

Awak media pun mendatangi Kantor Direktur RSUD Kota Tangerang guna bertujuan ingin melakukan konfirmasi secara resmi mengenai tidak adanya papan informasi dalam pembangunan tersebut.

Kemudian salah satu Security yang namanya tidak ingin dipublikasikan mengatakan, “Saat ini Direktur RSUD Kota Tangerang Dr. Heni sedang tidak ada ditempat, silahkan besok saja datang kembali untuk melakukan konfirmasi,” katanya kepada awak media. Senin, (19/10/2020) Siang.

Disisi lain Kepala Staft Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Kota Tangerang Selamet menyampaikan, “Coba langsung tanyakan ke Humas RSUD kota Tangerang saja, saya kan cuma prajurit jadi ngikut saja apa kata atasan,” ucapnya.

Intinya begini, kalau masalah pembangunan proyek tersebut itu kan secara global pun punya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan diperuntukkan untuk ruang Kibi Psikolosis.

“Kemudian mengenai tidak adanya papan informasi dalam pembangunan proyek tersebut sebelumnya dari pihak kami pun sudah menegur beberapa kali bersama ibu Kabid Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Kota Tangerang namun hingga kini mereka belum memasang papan informasinya,” ungkapnya

Sebenernya pada umumnya kita hanya mendapatkan renovasi bukan pembangunan gedung baru untuk ruangan KIBI Psikosis karena dasarnya kami tidak memiliki tempat akhirnya kita gunakan lahan kosong dibagian belakang gedung RSUD Kota Tangerang.
“Ruangan KIBI Psikolosis hanya dikhususkan untuk penyakit TBC saja, dengan luas 100 meter,” tambahnya.

Kepala Bagian Umum RSUD Kota Tangerang Susi menjelaskan, “Anggaran pembangunan tersebut berasal dari sumbangan Kemenkes RI secara global fun, dan pembangunan tersebut diperuntukan untuk ruangan khusus daalam penanganan penyakit TBC,” jelasnya.

Dari peristiwa tersebut hingga pemberitan ini ditayangkan bedasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), merupakan upaya penyelenggara negara agar memastikan terpenuhinya hak publik terkait informasi dan salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, dalam penjelasan umum UU KIP diketahui bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Fungsi maksimal ini diperlukan, mengingat hak untuk memperoleh Informasi merupakan hak asasi manusia sebagai salah satu wujud dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis (Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 28F.

Kemudian, dengan membuka akses publik terhadap Informasi diharapkan Badan Publik termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya. Dengan demikian, hal itu dapat mempercepat perwujudan pemerintahan yang terbuka yang merupakan upaya strategis mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), dan terciptanya kepemerintahan yang baik. (Dedi)

25 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.