Kumpul Minggu Sore TBM Ciputat Bersama Komunitas Dan Pegiat Literasi

Teropongpost, Tangsel, – Minggu, 6 Oktober 2019. TBM Ciputat (Taman Baca Masyarakat) Kolong adalah taman baca yang berada dibawah kolong Flyover Ciputat. TBM menyediakan buku bacaan secara gratis serta terbuka untuk umum. Kegiatan di TBM kolong sudah berjalan selama tiga tahun lebih, sejak berdirinya TBM antusias masyarakat cukup besar dalam hal donasi buku.

Tidak hanya masyarakat saja, selain itu TBM juga menerima buku dari perlombaan-perlombaan yang diikutinya, serta TBM pun menerima buku dari beberapa penerbit bukunya secara langsung. Dengan Amanah semakin besar itu, mereka memilih membuat kegiatan khusus untuk Komunitas-komunitas dan pegiat literasi, dalam rangka silaturrahmi dan donasi buku TBM Kolong.
Memang dari pertama kali berdiri hambatan/rintangan selalu ada, mulai dari Pengusiran oleh Polisi Pamung Praja (Satpol PP) dan lainnya. Namun itu tidak menurunkan semangat TBM untuk tetap memberikan sarana literasi bagi masyarakat.

Sebenarnya TBM sudah melakukan donasi ke beberapa taman baca secara langsung satu-persatu, tetapi masih banyak taman baca lain yang belum dapat didatangi, oleh karena itu mereka mengadakan kegiatan “Kumpul Minggu Sore” ini. Yang dikemas secara menarik, ada kegiatan lainnya seperti Teater, Monolog, Musikalisasi, dan Akustikan.

Dalam acara tersebut awak media menemui salahsatu pengurus komunitas TBM, Nia pun menjelaskan tentang kegiatan di TBM kolong tersebut. “TBM disini sudah berjalan selama 3 tahun lebih, acara hari ini Minggu 6 Oktober 2019 di hadiri sekitar 30 Komunitas seTangerang Raya, dan kami ingin membagi-bagikan buku karena disini banyak dan sayang jika sampai rusak, ini adalah amanah dari para donasi dan penerbit buku,” ujarnya.

Semoga buku-buku yang kami donasikan dapat bermanfaat, dan bisa meningkatkan daya tarik anak-anak untuk membaca buku, karena membaca buku merupakan guru yang paling besar untuk menjadi anak pintar dan disini tersedia berbagai macam buku. Silahturahmi dan kerjasama antar pegiat Literasi pun bisa terjalin dengan baik.” pungkas Nia.
TBM berharap setiap komunitas dan taman baca yang ada, sudah tidak lagi mempermasalahkan ketersediaan buku yang kurang, tetapi masih banyak hal lainnya yang perlu disinergikan. (Tini/Arga)