Merajut Kebhinekaan Menuju Indonesia Maju

Teropongpost, Jakarta, – Divisi Humas Polri melaksanakan acara FGD bertemakan tentang “Merajut Kebhinekaan Menuju Indonesia Maju” di Ballroom Grand Kemang Hotel, Jakarta Selatan pada Rabu, 11 September 2019. Acara dibuka oleh Irjen. Pol. Muhammad Iqbal SIK MH, Kepala Divisi Humas Polri.
Hadir sebagai Narasumber dalam acara FGD tersebut yaitu, Direktur Sosial Budaya Mabes POLRI, Lenis Kogoya., Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Edwin Tambunan., Pakar resolusi konflik, Edo Kondologit., Penyanyi Dan Musisi Indonesia.

Penduduk Indonesia yang terdiri dari 265 juta jiwa yang mendiami 17.000 pulau, dengan berbagai etnis, suku, budaya, dan agama.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia di kenal sebagai masyarakat multikultural, yakni masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya beragam.
Bila dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas menghasilkan energi yang hebat. Sebaliknya, bila tidak dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas bisa menimbulkan bencana yang dahsyat.

Selain meningkatkan mutu bangsa agar dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain, pendidikan juga berperan memberi perekat antara antara berbagai perbedaan diantara komunitas kultural atau kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda-beda agar lebih meningkat komitmennya dalam berbangsa dan bernegara.

Negara kesatuan Republik Indonesia seperti yang di sebut oleh Pasal 1 ayat (1) dalam Undang Undang Dasar 1945 adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik. Bentuk tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat lagi dilakukan perubahan seperti tercantum pada Bab XVI Perubahan Undang Undang Dasar Pasal 37 ayat (5) amandemen keempat.

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan amandemen keempat Bab IX A Pasal 25, dinyatakan sebagai sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah dan batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.

Indonesia baru saja menyelesaikan Pilpres dan pemilihan anggota legislatif periode 2019-2024.
Masalah perbedaan dalam pilihan Presiden sudah selesai, oleh karena itu saat ini kita pentingnya dalam Menjaga NKRI.
Perjalanan Bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dilalui dengan berbagai perjuangan, Perjuangan dilakukan dengan semangat kebangsaan dan cinta tanah air oleh para pahlawan. Persatuan dan Kesatuan merupakan modal utama untuk mencapai kemerdekaan tersebut.

Sikap yang harus dilakukan untuk melindungi keutuhan NKRI, antara lain :
– Menjaga kebanggan kita sebagai bangsa Indonesia.
– Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
– Memanfaatkan kekayaan budaya untuk kepentingan raykat Indonesia.
– Menjaga Indonesia untuk menjadi warisan anak cucu.
– Menjaga Indonesia untuk menghargai jasa para pahlawan.
– Saling menghormati dalam perbedaan.
– Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan.
– Mentaati peraturan yang berlaku.

Indikator Cinta Tanah Air, seperti :
– Menjaga tanah dan perkarang serta seluruh ruang wilayah indonesia.
– Jiwa dan raganya bangga sebagai Bangsa Indonesia.
– Menjaga nama baik Bangsa dan Negara.
– Jiwa patriotisme terhadap Bangsa dan Negaranya.
– Memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara.
– Bangga menggunakan hasil produk bangsa Indonesia.

Indikator Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, antara lain :
-Berpartisipasi aktif dalam organisasi kemasyrakatan, profesi, maupun politik.
– Menjalankan Hak dan kewajibannya sebagai warga negara sesuai dengan peraturan UU yang berlaku.
– Berpikir, bersikap, dan berbuat yang terbaik bagi Bangsa dan Negara.
– Ikut serta dalam Pemilihan Umum.
– Berpartisipasi menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

(Tini/Arga)