Meroketnya Harga Kacang Kedelai Hingga 40%, Pengrajin Tempe dan Tahu di Wilayah PIK Kopti Protes

Teropongpost, Jakarta, –Meroketnya harga kacang kedelai menyebabkan para pengrajin Tempe dan Tahu di wilayah PIK Kopti, Semanan, Kalideres Jakarta Barat, menghentikan produksinya untuk sementara waktu.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes para pengrajin Tempe dan Tahu kepada pemerintah, terhadap kenaikan harga Kacang Kedelai yang mencapai hingga 40% dari Harga normal.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Syailendra, melakukan peninjauan langsung ke Lokasi pengrajin Tempe dan Tahu diwilayah Semanan, Kalideres Jakarta Barat Sabtu 2/1/2020. Hal tersebut dilakukan untuk mendengarkan keluhan dan masukan dari para pengrajin Tahu dan Tempe diwilayah tersebut.

“Hari ini saya meninjau dan mendengarkan semua apa yang menjadi keluhan dari kawan-kawan pengrajin Tempe dan Tahu yang ada disini. Namun kita juga harus memahami kondisi perdagangan dunia saat ini, terkait keluhan dan masukan kawan kawan pengrajin akan segera saya sampaikan kepada pimpinan untuk selanjutnya didiskusikan,” ungkapnya kepada awak media

Sementara itu Suparman, salah seorang pengrajin Tahu dan Tempe yang juga mewakili para pengrajin Tahu dan Tempe yang ada disana, mengatakan pihaknya berharap pemerintah dapat mengambil tindakan dan solusi terbaik terkait naiknya harga Kedelai saat ini.

“Saya melakukan aksi ini bukan didasari emosi, namun dengan misi yang harus disampaikan kepada pemerintah untuk mendapatkan solusi dari masalah kami para pengrajin Tahu dan Tempe, solusi apa yang diberikan pemerintah terhadap kami, itu yang kami cari,” tandasnya. (RI)