Milad ke-7 Padepokan Guriang Brajja Kumpaiy gelar Tasyakuran Sekaligus Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw

Teropongpost, Pandeglang, –Dalam rangka memperingati Hari kelahiran Nabi Muhamad SAW sekaligus Ulang Tahun (Milad), Padepokan GURIANG menggelar acara tasyakuran yang di selengarakan di majelis Padepokan GURIANG BRAJJA KUMPAIY di kampung Cibogo, Desa Pasir Awi, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sabtu, (14/11/2020).
Hadir dalam Acara tersebut AL-Habib Syafik Bin Al-Habib Syaukat AL-Hasby, AL-Habib Ali Zaenal Abidin Bin Sholeh Djupri, AL-Habib Maulana Hasan Bin Syahahab, AL-Habib Mukhlisin Bin Umar Bin Syahahab, KH. Abdul Azis sebagai Penceramah, dan Ustadz Endin Firdaus Al Ghozali sebagai Qori dan para Jamaah yang tergabung dalam keluarga besar persaudaraan Padepokan Hikmah Banten.
Pimpinan Padepokan Guriang, Ustadz Ulle Pramujja Argga Jaya Klana Yang juga sebagai panitia penyelenggara Mengatakan kegiatan ini terselenggara murni atas Niat pribadi dari (Padepokan Guriang Brajja Kumpayi).
“Alhamdulillah malam ini kami melaksanakan tsayarakuran Milad padepokan Guriang Brajja Kumpayi yang ke Tujuh (7) sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW,” Tutur Ustadz Ulle Pramuja Argga Jaya Klana.
kepala Desa Pasir Awi Rosidi, Dalam sambutannya mengatakan, “semoga acara peringatan maulid nabi Muhammad Saw yang di gelar di pesantren atau padepokan guriang brajja kumpayi ini bisa di gelar setiap tahunnya”, ujarnya
Harapan Kepala Desa Pasir Awi kedepannya, “mudah-mudahan berkat terselenggaranya acara Maulid Nabi Muhammad Saw di kp. Cibogo ini bisa mempererat tali silaturahmi di masyarakat.” Pungkasnya
Habib syafik dalam Tausiyahnya mengajak agar masyarakat selalu mencontoh Akhlakul Nabi Muhammad Saw, “serta selalu mencintai habaib agar umatnya bisa dekat dengan kanjeng nabi muhammad saw.” Tuturnya
Wakil Habib Ali Zaenal Abidin dalam tausiyahnya berpesan kepada jama’ah, “agar kita bisa mengajarkan kepada anak-anak kita untuk selalu menyebut nama Nabi Muhammad Saw dan bersholawat.” ungkapnya
Ustadzah Luvia turut serta memberikan tausiyah yang isinya tentang kinerja pemuda, pemuda itu harus, satu imtak (iman dan takwa) yang berkualitas, yang kedua adalah iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang berkualitas, dan yang ketiga adalah mental yang berkualitas.
Terakhir Kiyai Abdul Azis dalam tausiyahnya menceritakan tentang safa’at Nabi Muhammad Saw, bahwa safa’at kanjeng Nabi Muhammad Saw bisa menolong kita di akhirat nanti. (Angga)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.