Nelayan Asal Tangerang yang beberapa waktu lalu tenggelam, Jasadnya telah ditemukan

Teropongpost, Kab. Tangerang, –Nelayan asal Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang inisial D alias Acong yang tenggelam beberapa hari yang lalu jasadnya ditemukan di perairan laut Pulau Sangiang Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Diketahui korban tenggelam bersama kedua temannya sedang mencari ikan di perairan laut Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, namun nahas perahu yang mereka tumpangi terbalik Rabu (11/11/2020) malam yang lalu.

“Jasadnya ditemukan di Pulau Sangiang Anyer, setelah 10 hari pencarian, alhamdulillah kita temukan, meski jauh banget,” kata Kapolsek Teluknaga, AKP Dodi Abdul Rohim, saat dihubungi wartawan via aplikasi WhatsApp, Sabtu, (21/11/2020)

Menurut Dodi, jasad korban pertama kali ditemukan warga yang berada disekitar Pulau Sangiang Anyer, dengan tanda-tanda persis nelayan asal Tanjung Pasir yang tenggelam, jasad Acong ditemukan sudah tidak utuh dan agak sedikit membusuk.

“Awalnya masyarakat yang lihat jasad korban tergeletak di pantai, lalu diberi tahu keluarga korban yang tinggal di Anyer, begitu mereka lihat ciri-cirinya sama dengan korban, jasadnya sudah agak hancur seperti yang kita lihat,” ujarnya.

Sebelumnya ramai diberitakan tiga nelayan asal Tanjung Pasir Rt 03/01, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang tewas tenggelam, setelah perahu yang ditumpanginya terbalik, satu orang belum ditemukan.

Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi di wilayah perairan Tanjung Pasir. Saat ketiga nelayan inisial T, D alias Acong dan J ingin mencari ikan sekitar pukul 21:00 WIB malam.

“Setelah kami datang ke TKP, sudah 2 orang ditemukan meninggal tenggelam,” kata Kapolsek Teluknaga, AKP Dodi Abdul Rohim kepada awak media, Kamis (12/11/2020).

Menurut Dodi, dari ketiga nelayan yang hilang diperairan Tanjung Pasir, baru dua orang yang ditemukan meninggal. Namun dirinya berjanji akan terus mencari satu korban yang belum ditemukan.

“Tinggal satu orang lagi yang belum kita temukan, saya bersama TNI AL, BPBD dan warga akan terus berupaya mencari satu korban lagi sampai diketemukan,” lugasnya.

Dodi menduga, ketiga korban tersebut tenggelam dikarenakan terkena jerat kail yang dipergunakannya untuk mencari ikan di laut, yang kemudian membuat perahu yang tumpangi korban terbalik.

“Kalau dugaan kita korban terjiret kail jatuh ke air, lalu kedua temannya menolong, dan perahunya goyang terus terbalik ke air, tiga nelayan ini tenggelam,” tandasnya. (Akbar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.