Oknum kades diduga terang-terangan potong bantuan dana RTLH

Teropongpost, Kab. Bogor, –Ketua Lembaga aliansi Indonesia, badan penelitian aset negara sandi mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong Kabupaten Bogor, segera menindaklanjuti adanya dugaan pemotongan dana bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), terhadap penerima manfaat yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa di Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor,

“Menurut kami aparat penegak Hukum harus sigap dan menindaklanjuti, adanya informasi dugaan pemotongan dana RTLH yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa. Bila perlu lanjutkan hingga sampai proses Hukum supaya ada efek jera karena RTLH haknya orang miskin,” tegas sandi kepada Tim TP Kamis, (22/10/2020).

Menanggapi adanya potongan dana RTLH yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa kepada sejumlah penerima manfaat. Kades tersebut tidak ada niat baik untuk meresponnya.

Bahkan saat Tim TP datang ke kantor Desa, Kades Singabraja Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor, langsung pergi, dan tidak mau dikonfirmasi terkait program bantuan RTLH yang diduga di potong oleh oknum Kades Singabraja ini, Kamis, (22/10/2020).

Diketahui, Pemerintah telah menggelontorkan dana bantuan untuk rakyat miskin di desa tertinggal terhadap penerima manfaat RTLH. Dari informasi yang dihimpun dari sejumlah penerima manfaat, mengaku mendapatkan bantuan Rp 10.000.000 juta bahkan ada yang menerima Rp 8.000.000 sedangkan bantuan rumah tidak layak huni ( RTLH ) sebesar Rp 15.000.000 juta dan di potong pajak 11.5 persen.

Menurut Sekdes Desa Singabraja Saiful (Kamis, 22/10/2020) pelaksanaan RTLH di Desa Singabraja sudah selesai untuk pelaporannya, menurutnya pun bantuan RTLH di Desa mendapatkan bantuan 7 unit rumah dan bantuannya tersebut senilai 15.000.000 juta.

Sementara itu, Penerima manfaat RTLH Jayudin di Kp. Singabraja RT 03 RW 02 Desa Singabraja Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor, Hanya diberikan bahan material dari Desa Singabraja, pasir 2 mobil carry, semen 4 sak, semen herbel 3, 4 kubik asbes, 12 lembar kusen jendela + kusen + kaca 2, paku 5 kilo, balok 15 batang, pintu satu set dan ongkos tukang Rp. 2000.000.

“RTLH bantuannya hanya Rp. 10.000.000 kata Pak Toni Kades Singabraja saat sosialisasi, ini jelas sudah tidak benar dan tidak tranparan”. Ungkapnya (Sani)

Leave a Reply

Your email address will not be published.