Pedagang UMKM Jakarta Menjerit Akibat Aturan yang Dirasa Tidak Adil

Teropongpost, Jakarta, –Lemahnya daya beli masyarakat akibat wabah Covid-19, Serta aturan pemerintah yang tidak cukup adil dan bijak membuat pedagang usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjerit, di wilayah DKI Jakarta. Sabtu, (28/11/2020).

Akhirnya Mufti Muzzammil sebagai pedagang UMKM dan sekaligus demisioner Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) Hukum Tata Negara angkat bicara, melihat aturan yang dibuat pemeritah Provinsi DKI Jakarta yang dirasa salah dalam penerapannya.

Pada prinsipnya, kebebasan produktifitas ekonomi tidak dapat dihalang halangi dengan alasan aturan hukum apapun, Karena menyangkut hajat hidup manusia dalam menunjuang kebutuhan hidup sehari hari.

“Ini masalah hidup, perut yang harus diisi meskipun saat ini Pandemi, tetapi saya yakin pemerintah sangat memerhatikan kearifan lokal produktifitas masyarakat dengan memberikan aturan dan trobosan serta kontribusi yang baik dan adil,” Tegas Mufti

Lebih lanjut Mufti Muzzammil mengatakan, ia yakin selain penerapan protokoler kesehatan kepada masyarakat, pemerintah musti memerhatikan masyarakat dalam menunjang kebutuhan dasar hidup yang tercantum dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 51 Tahun 2020, apalagi saat ini pemerintah memberikan keran kebebasan untuk para UMKM dipermudah hadirnya UU Omnibuslaw adalah sebagai karpet merah untuk kesejahteraan ekonomi bangsa sesuai cita-cita luhur wakil presiden indonesia pertama Bung Hatta.

“Sejak pandemi ini para petugas gugus Covid-19 banyak yang masih keliru dalam menerapkan aturan-aturan protokol kesehatan, Bahkan berbicaranya malah ketertiban umum. Semestinya saya jawab kalau begitu saya pakai masker dong, ini kan ditengah Pandemi,” Ujarnya.

Selain itu Johny Herlies sebagai pedagang umkm pun mengatakan, sebagai pedagang kita mematuhi segala bentuk aturan dan regulasi daerah maupun nasional, dengan mendaftarkan diri kepada lembaga OSS dan BKM.

“Saya rasa masyarakat semakin banyak yang memahami aturan yang baik berdasarkan hukum formil di indonesia,” Ucapnya kepada awak media.

Sunaryo sebagai penikmat kuliner di Jakarta juga menerangkan bahwa ia bangga kepada citra rasa kuliner di Indonesia, apalagi dengan melihat gigihnya para Pengusaha muda yang berdagang. Ini adalah suatu kemajuan bangsa dimana para pemuda sadar untuk kesejahteraan dirinya,agama dan negara untuk itu saya minta kepada elemen pemerintah khususnya kementrian koperasi dan UMKM.

“Semestinya terjun langsung kelapangan melihat langsung nasib UMKM yang tidak diperhatikan, karena masih banyak perlakuan yang tidak adil serta beralasan yang kurang tepat dan hukum, namun mengkerdilkan pengetahuan hukum masyarakat jelas ini suatu pembodohan bagi masarakat,” Tuturnya. (RI)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.