Pemindahan Penanganan 16 Warga Asli Maluku Pelaku Dugaan Penganiayaan Dijaga Ketat Aparat Kepolisian

Teropongpost, Kota Tangerang, –Pemindahan penanganan 16 tersangka warga asli Maluku dihalaman Mapolsek Ciledug dijaga ketat oleh sejumlah Aparatur Kepolisian Resort Metro Tangerang Kota.

Penjagaan ketat ini dilakukan lantaran adanya sejumlah Ormas Maluku Satu Rasa yang datang ke Mapolsek Ciledug, dengan meminta kepada pihak kepolisian agar membebaskan beberapa pelaku dugaan tersangka penganiayaan terhadap 3 warga Kelurahan Paninggilan.

Pasalnya Polsek Ciledug dinilai tidak adil dalam penanganan perkara keributan yang terjadi kemarin malam dilahan tanah kosong, kawasan Kelurahan Paninggilan antara masyarakat sekitar dengan Ormas Maluku Satu Rasa.

Keributan itu pun terjadi dipicu karena adanya dugaan kesalahpahaman / miskomunikasi, antara kedua belah pihak mengenai penjagaan sebidang lahan tanah kosong yang berada dikawasan Kelurahan Paninggilan tersebut.

Hal tersebut pun diungkapkan oleh Kuasa Hukum Ormas Maluku Satu Rasa Melki Nive S.H yang mengungkapkan, “Berawal bermula saat beberapa saudara kami yang sedang bertugas dalam pengamanan sebidang tanah dikawasan Kelurahan Paninggilan,” ungkapnya kepada awak media. Rabu, (39/9/2020).

Kemudian ada beberapa masyarakat sekitar datang mengusir saudara kami agar tidak melakukan aktivitas lagi dilokasi tersebut.

“Padahal mereka menjaga sebidang tanah tersebut bedasarkan surat kuasa yang diberikan oleh pemilik tanah,” ujarnya

Setelah itu, terjadilah keributan kecil saling debat satu sama lain antara beberapa saudara kami dengan masyarakat sekitar mengenai persoalan pemberhentian aktivitas tugas penjagaan dalam pengamanan sebidang tanah tersebut.

“Tanpa kami sadari malamnya mereka langsung melakukan penyerangan kembali kepada saudara kami dilokasi TKP (Tempat Kejadian Perkara),” jelasnya

Melki menambahkan, peristiwa itu menyebabkan kami membawa massa kembali atas penyerangan yang dilakukan masyarakat sekitar kepada saudara kami.

“Saat ini kami belum ada titik temu untuk mediasi dengan pihak lawan,” katanya

Kami meminta kepada pihak kepolisian agar bersikap adil dalam penanganan perkara peristiwa keributan kemarin malam.

Jika ada beberapa orang dari saudara kami yang terbukti melakukan pengeroyokan silahkan yang bersangkutan saja ditahan dan selebihnya tolong dibebaskan.

“Usai ini kami pun akan melaporkan kembali karena ada saudara kami juga yang menjadi korban pengeroyokan dalam peristiwa keributan kemarin malam.” Tutupnya

Disisilain Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana SH, Msi menjelaskan, “Motif terjadinya keributan kemarin malam dikawasan Kelurahan Paninggilan antara masyarakat sekitar dengan Ormas Maluku Satu Rasa adalah kesalahpahaman miskomunikasi antara kedua belah pihak,” tegasnya.

Hasil peristiwa keributan itu menyebabkan 3 warga Kelurahan Paninggilan mengalami luka-luka ringan dan saat ini korban masih dalam perobatan dikediaman rumahnya masing-masing.

Ada 16 warga asli Maluku pelaku dugaan penganiyaan yang sebelumnya kami amankan di Mapolsek Ciledug.

“Mereka kami jerat dengan pasal 311 KUHP Tindak Pidana Tentang Penganiayaan dan saat ini mereka sudah dipindah penanganan ke Mapolres Tangerang Kota.” Pungkasnya (Dedi)

30 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.