Penghuni Rusunami City Park Mendukung Pengelola Yang Baru

Teropongpost, Jakarta, –Berakhirnya pengelolahan PT. Surya Citra Perdana di Rusunami City Park Cengkareng yang diduga ilegal, di lsambut suka cita warga penghuni Rusunami City Park.

Pasalnya menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, salah satu warga penghuni rusunami city park mengatakan bahwa, PT. Surya Citra Perdana, diduga bukan pengurus resmi (PPPSRS) yang sesuai berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 527 pada tanggal 8 April 2013 dan, dikukuhkan dengan keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 79 K/TUN/2015 pada tanggal 30-3-2015 (sudah mempunyai kekuatan hukum tetap/inkraht).

Sudah keharusan PT. SCP hengkang dari Rusunami City Park, dikarenakan banyaknya permasalahan yang terjadi dalam mengelola rusunami tersebut.

Hal tersebut dikarenakan pula, warga penghuni Rusunami City Park sudah lelah dan capek dari berbagai permasalahan yang ada dan menginginkan hidup tenang dan damai,agar dapat menjalankan aktifitasnya. Senin, (21/12/2020).

Mulai dari masalah air yang bau, bahkan ada cacingnya, parkir liar, lift yang rusak, keamanan, dan yang lebih mengejutkan lagi diduga dijadikan tempat ajang prostitusi online melalui Aplikasi dan masih banyak lagi permasalahan yang ada.

Dari berbagai informasi yang telah dihimpun, terjadinya persoalan tersebut berawal dari.

Berakhirnya pengelolahan PT. Reka Rumanda Agung Abadi sebagai pengelola sementara, setelah satu (1) tahun penyerahan kunci pertama dari unit Rusunami City Park pada tahun 2008 sesuai dengan :

– UU 20 tahun 2011

– Kepmen 23 tahun 2018

– Pergub 132 tahun 2018 dan pergub 133 tahun 2019

“Setelah dari pihak pengembang PT Reka Rumanda Agung Abadi( RRAA) yang telah menyerahkan unit kepada penghuni/pemilik, maka pengelolahan di serahkan kepada PT. SCP dalam hal ini sebagai pengelolah sementara selama 1 tahun, dalam kurun waktu 1 tahun wajib mempasilitasi hingga terbentuknya PPPSRS di rusunami city park, berdasarkan faktanya berlaku dari tanggal 29 Oktober 2008 sampai tahun 2009.” Ucap Arahap (warga penghuni rusunami citypark tower B).

Ia pun menambahkan, Namun pada kenyataannya PT. SCP melakukan “pengelolaan bersama selama 11 tahun dengan cara melawan hukum dengan gaya BAR,” katanya

Di sisi lain,dari informasi yang di terima awak media, bahwa warga Rusunami city park Cengkareng, tidak pernah mengakui PT. SCP sebagai pengelola di rusunami city park.

Dikarenakan dalam musyawarah warga/penghuni, warga penghuni tidak pernah menunjuk PT. Surya Citra Perdana menjadi pengelola di rusunami city park.

Dalam mengelola PT. Surya Citra Perdana tidak pernah memberikan pertanggungjawaban uang warga, dan yang lebih membahayakan lagi, PT. SCP tidak pernah mengurus izin badan pengelolaan rusunami.

Sesuai surat konfirmasi yang ditujukan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, melalui Unit Pelaksana Pelayanan Terpadu satu pintu Kota Adminitrasi Jakarta Barat dengan nomor 4204/1.798 pada tanggal 30 Oktober 2019.

ada pun surat konfirmasi nya :

“Sehubungan dengan surat saudara nomor 011/BBH/PRIX/X-2019 tertanggal 28 Oktober 2019, perihal klarifikasi dan mohon jawaban terkait legalitas pengelolahan yang di lakukan oleh PT Surya Citra perdana (PT SCP) di rusunami city park”.

“Dapat kami sampaikan bahwa sesuai dengan pergub provinsi DKI Jakarta No 47 tahun 2017 tentang petunjuk pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu,izin pengelolahan rusun tidak ada dalam daftar izin yang dikeluarkan oleh unit pelaksana PTSP dan berdasarkan pengecekan database kantor unit PTSP Jakarta barat.

Bahwa PT Surya Citra perdana belum pernah mengajukan izin di pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

Oleh sebab itu, atas nama warga melalui Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah susun (PPPSRS) city park Cengkareng.

Terhitung mulai tanggal 17 Desember 2020, Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah susun( PPPSRS) city park bertindak sebagai Pengelola rusunami city park atas benda bersama,bagian bersama dan tanah bersama,sesuai dengan perundangan dan ketentuan yang berlaku.

Pengalihan pengelolaan dari PT SCP ke pengurus PPPSRS city park di sambut warga penghuni dengan senang.

Ahok salah satu warga penghuni rusunami city park tower G, dalam keterangannya kepada awak media mengatakan,

“Baguslah! sangat bagus, karena selama 11 tahun ini saya tertekan dengan ke pengurus yang lama seperti bayar listrik bisa sampai 1,8 juta, padahal pemakaian listrik saya cuma ada 4 lampu penerangan, dengan daya listrik 1300watt, Kalau kita ngotot/komplain, baru diturunin bayarnya jadi 1,5 Juta,” jelas Ahok

“Disini sudah beberapa kasus, orang sudah bayar listrik, tiba-tiba listrik di padamkankan, alasannya ada tunggakan, namun setelah ditunjukkan struk pembayarannya, mereka beralasan Komputernya rusak” ungkap Ahok

“Bahkan lift tiap Minggu pasti rusak/mati dua-dua nya, kalau kita komplain lagi, alasannya ‘jangan tinggal disiini’ banyak warga yang diintimidasi ” imbuh Ahok

Hal senada diutarakan juga warga Sri (40) tahun warga tower CA, “saya mendukung, agar lebih bagus,vnyaman dan enak, semoga kepengurusan yang baru bisa memperhatikan warganya,” terang Sri

“Sebagai warga ingin yang terbaik kedepannya, terkait masalah air, lift, parkir, dan Masalah gedung supaya nggak kumuh, biar nyaman kedepannya,” jelas warga tower DC Edi Mulyanto (65) tahun. (RI)