Penyaluran BPNT Desa Sarakan Diduga Tidak Transparan

Teropongpost, Kab. Tangerang, –Penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) diwilayah Desa Sarakan diduga telah menyalahi aturan dan prosedur.

Pasalnya penyaluran BPNT tersebut disalurkan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat) diwaktu malam hari dan diduga tidak transparan.

Peristiwa itu pun sempat mendapatkan penolakan keras dari PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) karena dinilai terkesan memaksakan kehendak. Mengingat bahwa saldo ATM milik KPM BPNT Desa Sarakan saat ini masih terbilang kosong dan belum turun anggaran.

Ironis, BPNT yang seharusnya serentak secara keseluruhan item turun dibulan Januari 2021 mendatang. Namun rupanya ada beberapa pihak oknum yang berusaha untuk memaksakan untuk segera dicairkan dengan cara harus berhutang terlebih dahulu kepada salah satu Agen Brilink.

Hal tersebut pun terungkap atas laporan Ketua PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) Junaedi mengungkapkan, “Semua ini adalah kesalahan supplier, karena pada saat waktu pengiriman daging sapi untuk para KPM BPNT, mereka tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada kami,” ungkapnya kepada awak media. Rabu (2/12/2020) Sore.

Pada umumnya kami pun sudah beberapa kali menolak dan menegur agar pihak supplier tidak menyalurkan daging-daging sapi terlebih dahulu kepada KPM, karena saat ini saldo ATM KPM BPNT Desa Sarakan masih terbilang kosong dan belum turun anggaran.

“Setelah itu, akhirnya saya pun pergi meninggalkan lokasi karena ada salah satu agenda kegiatan rapat yang harus dihadiri bersama Ketua TKSK dan Korcam PKH Sepatan Induk,” ujarnya

Diketahui, saat ini yang baru diturunkan supplier hanya satu item saja belum secara keseluruhan item, karena terus terang dari awal pun kami sudah tidak mengizinkan.

“Kemudian, adapun data penerima KPM BPNT Desa Sarakan yang sudah terlanjur disalurkan oleh supplier tersebut terdapat 132 KPM terdiri dari 3 RW dan 6 RT,” tutupnya.

Disisilain salah satu masyarakat sekitar Herman mengatakan, “Tadi Oji kerumah, dia datang memohon-mohon. Meskipun dahulu hubungan kita hanya sebatas rekan bisnis saja namun tetapi tidak menutup kemungkinan bukan statment saya agar mencairkan anggaran para KPM BPNT Desa Sarakan,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Sebenarnya kita kan sifatnya hanya membantu saja, dan terlepas dari itu adalah sebuah keinginan warga agar membayarkan seluruh hutangnya.

“Oji beberapa kali memohon kepada saya agar anggaran KPM BPNT ini dicairkan, namun saya sampaikan untuk terlebih dahulu segera berkoordinasi dengan Jaro, RT dan Kepala Desa Sarakan,” ucapnya

Namun tetapi apapun yang sudah terjadi saat ini, kita pasti bertanggung jawab terkait persoalan permasalahan ini.

“Karena sebelum penyaluran BPNT tersebut saya pun sudah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Staft Desa Sarakan,” Tambahnya.

Ketua TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Sepatan Induk Bahrun Hilman menyampaikan, “Mengenai penyaluran BPNT diwilayah Desa Sarakan kami sama sekali tidak mengetahui karena hingga saat ini kami pun belum mendapatkan laporan apapun dari pihak Agen BRILINK,” katanya.

Selain itu, mereka juga tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada kami.

“Justru itu, kami pun baru saja mendapatkan laporan dari salah satu pengurus wilayah Ketua RT bahwa ada penurunan BPNT diwilayah Desa Sarakan, kemudian disalurkan kepada KPM diwaktu malam hari,” Ujarnya.

Saat peristiwa itu berlangsung kebetulan kami pun sedang melakukan kegiatan rapat PSM se-Kecamatan Sepatan Induk, jadi Agen BRILINK itu mencairkan BPNT nya sendiri dan mendistribusikannya pun secara tersendiri tanpa harus melibatkan TKSK Kecamatan, PSM, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Desa Sarakan.

“Ya, nanti kami akan segera melakukan konfirmasi langsung terhadap pemilik Agen BRI LINK tersebut, Silahkan, bagi para awak media apabila ada perihal yang ingin dipertanyakan lebih jelasnya langsung konfirmasi saja kepada yang bersangkutan.” tutupnya (Dedi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.