Press Release : Menuntut Menteri Agraria Dan Tata Ruang Segera Selesaikan Konflik Agraria Petani Mencirim Dan Simalingkar Dengan PTPN II Atas Perintah Presiden Joko Widodo

Teropongpost, Jakarta, – Setelah melakukan aksi jalan kaki selama lebih dari 48 hari, menempuh jarak 1800 Km. 150 petani diantaranya sekitar 45 orang perempuan, dari dua desa yang tergabung dalam Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) dan Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) akhirnya telah sampai di Jakarta pada Jum’at 8 Agustus 2020.

Sebagian petani (20 orang) telah terlebih dahulu sampai di Jakarta untuk menemui
beberapa pihak diantaranya Komisi II, Komisi IV, Komisi VI dan MPR RI, Fraksi PKB, PBNU GP ANSOR, Kementerian BUMN, serta jaringan organisasi masyarakat sipil yang terhimpun dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA). Meminta dukungan dan menuntut penyelesaian konflik agraria antara petani dengan PTPN II. Kedatangan petani ini disambut oleh gerakan tani, buruh, mahasiswa, masyarakat adat, perempuan dan organisasi masyarakat sipil lainnya.

Sambutan ini merupakan bentuk dukungan
solidaritas kepada petani Sei Mencirim dan Simalingkar yang tengah memperjuangkan hak atas tanah mereka yang dirampas oleh PTPN II di Deli Serdang. Aksi jalan kaki ini terpaksa dipilih oleh petani untuk mengadukan konflik yang mereka
hadapi kepada Presiden. Pasalnya berbagai upaya penyelesaian yang mereka lakukan ditingkat kabupaten dan provinsi tidak kunjung membuahkan hasil. Alih alih selesai, setiap hari petani yang masih bertahan ditanah-tanah mereka terus diancam untuk digusur. Terakhir saat petani memasuki Kota Jakarta, ribuan aparat kepolisian juga bersiap siap memasuki kampung mereka di Deli Serdang, untuk menggusur tanah-tanah yang selama ini mereka perjuangkan.

Bagi perempuan yang sedang berjuang, beban yang dihadapi lebih berlapis. Mereka harus meninggalkan keluarganya, hingga menghadapi ancaman perceraian dan stigma.

Konflik antara petani dua desa dengan PTPN II ini terjadi diatas tanah seluas1.704
dengan rincian 854 hektar terjadi di Desa Simalingkar dan 850 hektar di Desa Sei mencirim. Konflik bermula pada tahun 2017 Saat itu, petani Desa Sei Mencirim dan Simalingkar dikejutkan dengan tindakan PTPN II yang memasang plang bertuliskan HGU No.171/2009. Tindakan sepihak tersebut dilanjutkan dengan penggusuran tanah tanah petani dengan dikawal
langsung oleh aparat polisi dan TNI. Hal tersebut lantas mendapat perlawanan dari petani.

pasalnya PTPN II menggusur tanah-tanah mereka yang telah diduduki dan dikelola sejak 1951. Bahkan pada tahun 1984, para petani telah mendapat SK Land Reform dan 36 diantaranya telah memperoleh Sertifikat Hak Milik (SHM). Akibatnya tiga orang petani yakni Ardi Subakti, Beni Karo karo dan Japetta Purba ditangkap secara sepihak oleh aparat kepolisian.

Oktober 2019 petani Simalingkar kembali mengetahui hal janggal, klaim HGU PTPN II yang tidak pernah mereka usahakan tersebut tiba-tiba beralih menjadi HGB, dimana pihak perusahaan bekerjasama dengan Perumnas Sumatra Utara akan membangun ribuan
perumahan diatas tanah tersebut. Para petani yang tidak terima atas kejanggalan proses tersebut mengadukan hal ini ke Kementerian ATR/BPN, alih alih ditindaklanjuti Kementerian ATR/BPN justru memberikan izin peralihan dari HGU tersebut menjadi HGB No.1938 dan No 1939 atas nama PTPN II.

Sementara itu petani Sei Mencirim mengalami nasib yang lebih tragis, pasalnya disaat pandemi corona mereka digusur paksa oleh pihak PTPN II dengan kawalan ribuan aparat TNI dan Polri, tepatnya pada tanggal 10 maret 2020 padahal sebenarnya petani Sei Mencirim telah memiliki legalitas berupa SK Landerform 1964, SK Camat dan Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun tetap saja digusur dengan alasan area kampung dan lahan pertanian masuk pada SHGU Nomor
92 tahun 2003 dan SHGU Nomor 55 tahun 2003 atas nama PTPN II.

Alhasil Petani Sei Mencirim kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian secara permanen semenjak penggusuran itu berlangsung hingga saat ini, sebagian dari mereka menumpang tinggal di sanak saudara dan ada yang menumpang tinggal dikandang sapi. Konflik agraria yang terjadi di Desa Sei Mencirim dan Simalingkar merupakan gunung es konflik agraria yang disebabkan klaim sepihak BUMN diatas tanah-tanah masyarakat yang telah
terjadi selama puluhan tahun. Ratusan konflik agraria antara petani dan PTPN terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Sampai hari ini masih menganga tanpa ada penyelesaian jelas dan memberikan keadilan bagi para petani. Ini juga menandakan, reforma agraria yang tengah dijanjikan oleh pemerintah jalan ditempat, sehingga membuat petani petani yang berkonflik harus menempuh pilihan jalan kaki menuju Istana Negara menjemput keadilan dan menuntut hak atas tanah mereka.

Pada hari kamis tanggal 27 Agustus 2020 tepatnya pukul 10.00 WIB
perwakilan Petani Simalingkar yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) sebanyak 5 orang bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo yang dijembatani oleh Menteri Sekretaris Negara Bapak
Pratikno dikantor Sekretariat Negara lantai 3. Bapak Presiden mendengarkan keluhan keluhan dan paparan paparan kasus serta konflik yang terjadi dilapangan dari perwakilan petani yang disampaikan oleh Sulaeman Wardana Sembiring dari petani Simalingkar dan Imam Wahyudi dari
Sei Mencirim.

Setelah mendengarkan paparan dari perwakilan petani dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo memerintahkan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Sofyan A.Djalil agar secepatnya dan dalam waktu yang sesingkat singkatnya untuk segera menyelesaikan tuntutan Petani Simalingkar dan Sei Mencirim tersebut. Setelah bertemu dengan Presiden kemudian perwakilan langsung bertemu dengan
Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Bapak Sofyan A.Djalil, Menteri
Sekretaris Negara Bapak Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan BapakMoeldoko, sebagai
bentuk tindaklanjut dari perintah Bapak Presiden. Dari hasil pertemuan tersebut menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Petanahan
Nasional Sofyan A.Djalil memberikan solusi sebagai berikut:

1.Mempermudah untuk mendapatkan rumah bersubsidi dari PTPN II di Simalingkar dan
membayar dengan harga murah.
2.Menawarkan relokasi untuk petani Simalingkar.
3.Untuk sertifikat hak milik petani Sei Mencirim tidak jadi dibatalkan.
4.Akan segera mengadakan koordinasi dengan pihak BUMN.

Tawaran skema tersebut ditolak langsung oleh perwakilan petani baik petani
Simalingakar maupun petani Sei Mencirim pasalnya :
1. Tawaran yg ditawarkan Menteri ATR BPN Sofyan A. Djalil tidak mencerminkan
semangat Reforma Agraria dan tidak adanya redistribusi tanah dari negara kepada
rakyat.
2. Apa yang ditawarkan Menteri ATR/BPN Sofyan A.Djalil tidak sejalan dengan perintah
Presiden sebagaimana pertemuan dengan Presiden dengan perwakilan petani dan
menurut petani jauh panggang dari api.
Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan penegasan dengan
menyampaikan konflik petani Simalingkar dan Sei Mencirim Deli Serdang harus secepatnya diselesaikan. Menteri Sekretariat Negara Pratikno dalam pertemuan tersebut menyampaikan beberapa hal diantaranya:

1.Sebenarnya persoalan ini bukanlah domain Sekretariat Negara, akan tetapi saya di
perintahkan presiden agar ikut serta mendampingi dan mengawal pertemuan ini agar segera mendapatkan solusi yang adil demi terciptanya ketahanan pangan pada pasca musibah pandemi corona ini.

2.Menteri Sekretariat Negara Bapak Pratino meminta menteri ATR/BPN Sofyan A.Djalil
agar jangan bicara hukum lagi dalam penyelesaian konflik agraria yang terjadi pada petani Simalingkar dan Sei Mencirim yang sudah berjalan kaki 1812 km dari Medan ke Jakarta, melainkan harus sudah bicara solusi dan skema yang menguntungkan bagi para petani sesuai perintah Presiden.
Dan dari hasil pertemuan tersebut belum didapatkan skema yang sesuai dengan keinginan petani dan Perintah Presiden kepada Menteri ATR/BPN Sofyan A.Djalil.

Akhirnya perwakilan petani mendesak menteri ATR/BPN Sofyan A.Djalil agar segera membuat skema penyelesaian
sesuai perintah Presiden dan tuntutan petani secara tertulis sebagai bentuk kepastian hukum agar petani segera bisa kembali ke Deli Serdang Sumatera Utara dan bisa bercocok tanam dan melakukan kegiatan ekonomi pertaniannya dengan baik.

Menteri Agraria Sofyan Jalil menjajikan akan secepatnya segera mengadakan pertemuan
dengan menteri BUMN dan segera mengabarkan kepada perwakilan Petani Simalingkar dan Petani Sei Mencirim.
Atas situasi tersebut, kami dari Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) dan Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) memberikan pernyataan sebagai berikut:

1.Menyampaikan terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Ir.H.Joko
Widodo yang sudah menerima perwakilan petani dari Simalingkar dan Sei mencirim
untuk mengadukan dan menyampaikan secara langsung terkait konflik petani
Simalingkar dan Sei Mencirim dengan PTPN II, sehingga Presiden memerintahkan
kepada Menteri ATR/BPN untuk secepatnya menyelesaikan konflik petani Simalingkar
dan Sei Mencirim dengan PTPN II.

2.Mendesak Menteri Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Sofyan A.Djalil
untuk secepatnya dan dalam waktu yang sesingkat singkatnya untuk segera
menyelesaikan konflik agraria antara PTPN II dengan Petani Simalingkar dan Sei
Mencirim sebagaimana perintah Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo.

3.Mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Sekretariat Negara bapak Pratikno yang
ikut serta mendampingi dan mengawal pertemuan antara perwakilan petani, Menteri ATR/BPN, Kepala Staf Kepresidenan dengan Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko
Widodo agar segera mendapatkan solusi yang adil demi terciptanya ketahanan pangan pada pasca musibah pandemi corona ini.

4.Jalankan reforma agraria sejati diatas tanah tanah masyarakat yang diklaim oleh PTPN dan Perhutani diselurun Indonesia.
Demikian rilis ini kami sampaikan agar dapat dipahami oleh semua pihak. Kami juga mengajak kepada seluruh elemen gerakan untuk memberikan dukungan kepada perjuangan
petani Sei Mencirim dan Simalingkar yang tengah memperjuangkan hak atas tanah mereka.
Jakarta, 31 Agustus 2020

(Wisnu)

11 comments

  • This page definitely has all of the information I wanted
    concerning this subject and didn’t know who to ask.

  • Hey! This is kind of off topic but I need some help from
    an established blog. Is it very difficult to set up your own blog?
    I’m not very techincal but I can figure things out
    pretty quick. I’m thinking about setting up my own but
    I’m not sure where to begin. Do you have any points or suggestions?
    Appreciate it adreamoftrains best website hosting

  • Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the
    video to make your point. You definitely know what youre
    talking about, why throw away your intelligence on just posting videos to your weblog when you could be giving us something informative to read?
    cheap flights 31muvXS

  • naturally like your web-site but you have to take a look at the spelling on quite a few of
    your posts. Several of them are rife with spelling
    problems and I find it very bothersome to inform the truth however I will definitely come back
    again.

  • My spouse and I stumbled over here coming from a different
    website and thought I may as well check things out. I like what
    I see so now i am following you. Look forward to checking out your web page
    repeatedly.

  • My family members always say that I am killing my time here at web, except I know I am getting familiarity every day by reading thes fastidious content.

  • Hiya very nice blog!! Guy .. Beautiful .. Wonderful .. I will bookmark your web site and take
    the feeds additionally? I am happy to seek out so many helpful info
    here within the put up, we need work out more techniques on this regard,
    thank you for sharing. . . . . .

  • This blog was… how do I say it? Relevant!! Finally I’ve found something that helped me.
    Cheers!

  • You’re so interesting! I don’t believe I’ve truly read through
    anything like that before. So great to discover another person with unique thoughts on this subject matter.
    Seriously.. thanks for starting this up. This site is one thing
    that is needed on the web, someone with a bit of originality!

  • What’s up Dear, are you in fact visiting this site daily, if so after that
    you will without doubt take good know-how.

  • The whole conversation is ridiculous, of course you throw
    DARTS, not dots.  How would anyone actually throw a dot?

Leave a Reply

Your email address will not be published.