Ratusan Hektar Tanah di Tangerang Utara NIB berubah, bukan atas nama pemilik Lahan yang sebenarnya

Teropongpost, Kab. Tangerang, –Bertempat di Rumah Makan Saung Ibu Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang, jaringan aktivis Pantura menggelar diskusi publik, dan konferensi pers tentang evaluasi kinerja Pemdes dan BPN Kabupaten Tangerang dalam perspektif manajemen pertanahan yang berbasis masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD kabupaten Tangerang Jayusman dari Fraksi Partai Gerindra, Sejumlah Aktivitas Tangerang utara Seperti Budi Usman, Dulamin Zigo, Bustomi, jaro Dedi, Jayana black, Herdiansyah, dan rekan-rekan media.

Banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di kabupaten Tangerang di pesisir pantai utara, sangatlah miris dan dramatis banyaknya lahan tanpa pengajuan resmi dari pihak pemilik sudah berubah NIB tanpa dasar yang jelas dari pemilik lahan. Jelas hal ini akan merugikan pemilik lahan bahkan korban kebanyakan dari kalangan pribumi yang seakan-akan tergerus oleh sebuah kepentingan para pengusaha, hal tersebut diutarakan tokoh masyarakat Teluknaga yang juga warga desa Babakan Asem Heri, satu dari korban pada konferensi Pers, Jum’at (21/8/2020).

Heriawan warga babakan asam juga membeberkan, bahwa sebidang Tanah miliknya sudah berubah NIB nya menjadi milik nama orang lain, ketika dirinya dan keluarga mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang, akan tetapi rasa kekecewaan yang hanya ia dapatkan. Bagaikan semut melawan seekor gajah, bila proses dia laporkan kepada pihak berwajib.

“Saya bersama keluarga dan korban yang lain akan melayangkan surat kepada instansi terkait, baik ke DPRD, Bupati Tangerang, Gubernur Banten dan bahkan saya akan membuat surat terbuka untuk pemerintah pusat yang di tujukan kepada Presiden Joko Widodo dalam membela hak-hak kami untuk meminta sebuah keadilan terkait tanah milik kami yang sudah berubah NIB nya menjadi milik orang lain”, tegas Heri.

Jayusman Muhtar Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, memaparkan bahwa dirinya baru mengetahui telah terjadi perubahan NIB yang bukan hak miliknya atau bukan pemilik tanah, semestinya pemohon pengajuan NIB harus lah pemilik tanah berdasarkan bukti-bukti surat yang ada.

“Saya sangat mendukung pembangunan yang ada diwilayah Kabupaten Tangerang umumnya, dan khususnya yang ada di wilayah Tangerang Utara. Asalkan tidak ada tanah warga yang menjadi korban oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, dan permasalahan ini akan saya bawa ke komisi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kinerja BPN Kabupaten Tangerang, terkait dugaan banyaknya perubahan kepemilikan NIB tanah di wilayah pesisir pantai utara Tangerang”. ujarnya.

Sementara Dulamin Zigo Pentolan Aktivis Pantura dari LSM Gaib, mengatakan ini jangan kita diamkan dan kita semua wajib membela hak-hak kita yang sudah dirampas, bukan satu atau dua hektar lahan akan tetapi sudah puluhan hektar bahkan ratusan hektar lahan warga yang sudah berubah NIB atau nama pemilknya. Wajib kita bela, dan bila tidak ada respon dari pihak terkait, maka kami semua masyarakat pemilik lahan akan mengelar demo di kantor BPN Kabupaten Tangerang. Karena ini bukan satu orang saja yang menjadi korban, ini bukan permasalahan kecil yang dihadapi oleh masyarakat Pantura.

“Sesungguhnya kami sangat mendukung dengan adanya pembangunan yang ada, akan tetapi terbentuknya sebuah pembangunan bukan untuk merugikan masyarakat yang ada akan tetapi untuk memajukan baik dari ekonomi ataupun sisi budaya dan kearifan lokal yang ada.” Ungkapnya

“Kami juga akan mendesak Bupati Tangerang dan inspektorat untuk periksa oknum Kades dan aparat nakal yang terlibat dalam usulan pembuatan Nomor indentifikasi bidang atau NIB ini, dan proses yang tegas jika terjadi penyalahgunaan wewenang atau mal administrasi.” tegasnya Zigo mengakhiri. (Robby)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.