Resume Medis Milik Suami ditahan pihak RS, Diduga ada campur tangan dari Keluarga Suami

Teropongpost, Tangsel, –Seorang isteri pasien bernama TS(41) mengeluhkan dengan adanya persoalan penahanan resume medis milik suaminya bernama YG(42) yang sempat dirawat di RS Khusus Jiwa Dharma Graha pada bulan september 2017 lalu, karena mengalami penurunan mental jiwanya.

Pasalnya saat isteri pasien berulangkali meminta resume medis tersebut, pihak manegement RS. Khusus Jiwa Dharma Graha selalu tidak mau memberikannya dan seolah terlihat seperti ada tekanan. Tepatnya di Jl. Raya Astek No.17, Lengkong Gudang Timur, BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten. Selasa, (14/07/2020).

Tak hanya disitu saja, selain tidak diberikan resume medis milik pasien oleh pihak manajemen RS Khusus Jiwa Dharma Graha, ia pun mengaku sempat dipisahkan dengan suaminya secara paksa oleh adik-adik iparnya.

“Selama 3 tahun ini kami berusaha semaksimal mungkin untuk meminta resume medis milik suami saya kepada Dr. R. dan pihak manajemen RS Khusus Jiwa Dharma Graha. Akan tetapi mereka tidak bisa memberikan resume medis tersebut,” ungkapnya S kepada awak media.

Sebetulnya ada apa dengan RS. Khusus Jiwa Dharma Graha yang tidak mau memberikan resume medis milik suami saya.
“Bukankah itu memang hak saya sebagai isteri pasien harus mengetahui isi dari resume medisnya,” tegasnya

S pun menambahkan, Bahkan belum lama pihaknya pun sempat mengutus pengacara, untuk melakukan mediasi kepada RS Khusus Jiwa Dharma Graha dalam permohonan permintaan resume medis milik suaminya, namun sayang tak juga membuahkan sebuah hasil.

“Tujuan kami meminta resume medis tersebut, guna untuk melengkapi berkas dalam gugatan cerai suami saya yang diwakili oleh kuasa hukumnya di Ruang III Sidang Pengadilan Agama Kota Tangerang,” ujarnya

Dia menduga semua ini ada permainan dari orang-orang yang ingin memisahkan suaminya dengan istri dan anak-anaknya.

“Aneh tahu enggak, suami saya itu sedang sakit jiwa dan sudah 3 tahun ini kami ingin bertemu beliau saja dilarang oleh adik-adik kandungnya, masa iyaa orang sakit jiwa bisa tanda tangan dan memberikan surat kuasa kepada pengacara,” pungkasnya.

Dr. R bergegas meninggalkan RS

Saat awak media mendatangi RS. Khusus Jiwa Dharma Graha dengan bertujuan untuk melakukan konfirmasi secara resmi mengenai adanya penahanan resume medis milik suaminya tersebut.

Manajemen RS Khusus Jiwa Dharma Graha “Su” pun menjelaskan, “Jadi begini pak, dulu juga pernah ada pengacaranya datang kesini dengan bertujuan hal yang sama yakni meminta resume medis milik pasien,” jelasnya.

Namun pada akhirnya engga bisa pak, karena adik-adiknya pasien sempat titip pesan. Jangan sekali-kali memberikan resume medis milik pasien kepada siapapun, meskipun dia itu adalah seorang isterinya.

“Kalau mau resume medis milik pasien bernama YG itu diberikan, tolong hadirkan saja isteri pasien dan adik-adik kandungnya pasien, nantinya saya akan panggil Dr. R itu agar bisa dilakukan mediasi terlebih dahulu,” tambahnya

Disisi lain salah satu pegawai RS. Khusus Jiwa Dharma Graha “Ri” mengatakan, “Mohon ditunggu yaa pak, Dr. R yang pernah menangani pasien bernama YG pada tahun 2017 lalu, saat ini sedang ada tamu didalam ruangannya,” tutupnya.

Kemudian setelah selesai berbincang dengan tamunya, Dr. R pun langsung pergi membawa koper miliknya kedalam mobilnya, dan enggan dikonfirmasi oleh awak media. (Dedi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.