“Sosialisasi Bahaya Peredaran Gelap Narkoba”, Kegiatan Edukasi Tentang Bahaya Narkoba Untuk Kaum Millenial

Teropongpost, Tangsel, –Masa Pandemi yang tak kunjung usai dimana masyarakat luas merasakan akan jenuhnya beraktivitas didalam rumah, sehingga masyarakat di berbagai daerah didi Tangera Selatan melakukan kegiatan-kegiatan positif.

Salah satunya didaerah Nusa Loka BSD Tangerang Selatan tepatnya Sektor 14.5 RT 07/07 melakukan kegiatan musik dan sosialisasi tentang berbahaya narkoba yang dimana kegiatan acara bertemakan, “Sosialisasi Bahaya Peredaran Gelap Narkoba”. Acara yang dibentuk dalam edukasi, sosialisasi, sekaligus diiringi musik dengan sasaran yakni pemuda milenial itu berlangsung cukup meriah. Acara inipun tidak lepas dari aturan protokol kesehatan dari mencuci tangan dan memakai masker. Rabu, (02/09/2020).

Muhammad Muslim selaku RW Nusa Loka Sektor 14.5 mengatakan bahwa, acara ini diinisiasi agar mengisi kekosongan dimasa Pandemi dengan hal-hal positif seperti acara ini. Dimana acara ini atas kerjasama dengan GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkoba) yang kebetulan memang kenal dengan Ismedi sebagai Ketuanya. Setiap RT pemudanya dipanggil untuk rapat internal setelah acara ini, sambil membantu agar tidak mengikuti arus negatif.

“Kegiatan RW ini rutin sebenernya, dan karena Pandemi ini kita hanya mengadakan lomba bulu tangkis saja agar tetap ada social distancing. Dan ini untuk membimbing generasi muda, supaya tidak selalu memegang gadget dan tetap dipantau kegiatan pemuda kita. Kita selalu sosialisasikan seperti olahraga dan seni. Acara sosialisasi anti narkoba diiringi dengan musik baru kali ini. Acara inipun dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh GRANAT, dan pemuda sini.” Jelasnya

Yeni sebagai Korlap acara mengatakan, hal yang paling efektif menghindari Narkoba jangan pernah mendekatinya. Baik yang terjun didunia seni ataupun pekerjaan lainnya, karena pemuda itu memiliki jiwa yang penasaran dan tetap harus diedukasi.

“Acara ini khusus untuk warga sini saja dan ini pertama kali dalam acara sosialisasi anti narkoba, Acara inipun kita prioritaskan untuk anak muda sini agar tidak salah pergaulan dan tidak lupa mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan.” ucapnya

Sementara itu, Suhalami Ismedi Selaku Ketua GRANAT juga menjelaskan bahwa, Suasana pandemi ini ternyata membuat peluang peredaran Narkoba jadi terbuka lebar karena lengah dari pantauan masyarakat. Kegiatan ini hadir dan menjadi program rutin dan hari ini pula dihadiri oleh pembina GRANAT H. Tedi Mahyadi, lalu dihadiri 65 orang milennial dan mereka adalah sasarannya. Karena dimana posisi anak muda adalah rentan, dengan acara ini kami memberikan pencerahan tentang bahaya narkoba.

“Program ini akan ada tindaklanjutnya, yakni kemah pemuda (Duta Pemuda Milenial Kota Tangerang Selatan) dari 54 kelurahan masing-masing Kelurahan diwakili 2 orang pemuda dan diajak kemah di tangsel dan akan dapat sertifikat, serta menjadi duta pemuda milenial, maka dari itu kita akan terus sosialisasikan. Kita sudah melakukan program diberbagai daerah yakni Serpong, Pondok Aren, dan sasaran utama sosiasialisi ini semua adalah kelompok masyarakat walaupun yang rentan pemuda, dan guru pun kita ajak sosialisasi karena bertatapan langsung dengan siswa. Dan kita bekerjasama pula dengan stakeholder yang ada yakni Prabu Musik.” Terangnya

Rahmansyah selaku Pimpinan Prabu Musik pun mengatakan, Acara ini kami berkolaborasi dengan GRANAT, bertujuan untuk Sosialisasi Anti Narkoba yang dimana edukatifnya berjalan dengan diiringi musik. Untuk para pemuda bermusik dapat berkarya dengan positif, tidak dicampur aduk dengan hal negatif, dan ini dibentuk untuk pemuda millenial agar lebih berkreasi.

“Acara ini membantu kita sedikit sedikit untuk menyambung kehidupan karena kondisi pandemi saat ini yang agak sulit. Saya berharap ada kepedulian pemerintah daerah terhadap musisi lokal yang sekarang kesulitan dimasa pendemic ini.” Ujarnya

Ia berharap ada semacam protokoler khusus agar para musisi lokal untuk dapat berkreatifitas, dan kegiatannya tidak dipersulit karena banyak sekali rekan-rekan yang tidak ada penghasilan di masa Pandemi ini. Karena dengan keadaan yang sekarang menjadi terpuruk, dari menjual alat hingga putus asa. Dan alhamdullilah sedikit-sedikit Prabu Musik masih bertahan, musik pun efektif untuk sosialisasi anti Narkoba karena dilakukan dengan kegiatan yang positif yaitu bermusik. (Wisnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.