Tanah Terkikis Banjir, Masyarakat Kampung Ranca Garut Butuh Perhatian Pemerintah

Teropongpost, Lebak, –Masyarakat Kampung Rancagarut, Desa Sangiang Tanjung Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak, Banten, butuh perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebak ataupun Provinsi Banten.

Kampung Ranca Garut RT 01/RW 03. Desa Sangiang Tanjung Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak, salah satu Kampung terkena dampak banjir dari Sungai Cisimeut dan Sungai Ciujung (Senin, 08/12/2020) tahun lalu, yang mengakibatkan tanah longsor.

Rumah Uding, salah satu tokoh masyarakat, yang rumahnya tidak jauh dari Sungai Cisimeut yang kena dampak banjir disaat hujan deras.
Selain itu, beberapa rumah warga yang berdekatan dengan sungai tersebut yaitu rumah milik Saripan (Ulama), Habib Munir, Suklan, Amin dan Sahrowi, mereka sering ketakutan apabila hujan deras dan banjir datang.

Saripan salah satu tokoh masyarakat (Ulama) setempat, yang ditemui awak media mengatakan bahwa, Seringnya banjir dan terkikisnya tanah oleh air mengakibatkan longsor yang parah. Rumah warga yang dahulunya jauh dari pinggiran sungai, semenjak adanya longsoran terus-menerus kini rumah warga tersebut semakin dekat dari pinggir kali. Jarak yang tadinya 15 meter sekarang jadi 3 meter dari rumah.

“Awalnya rumah saya jauh dari pinggir sungai, jaraknya 15 meteran, tetapi akhir-akhir ini sering turun hujan sehari semalam dan bahkan sampai tiga hari tiga malam diguyur hujan, di tambah lagi kiriman air dari hulu Sungai Cisimeut, dan semakin bertambah. Sehingga mengakibatkan pepohonan yang tidak jauh dari permukiman rumah warga tergerus oleh banjir, dan mengakibatkan longsoran dipinggiran sungai,” terang Saripan. Jum’at (29/1/2021).

Awak media juga menemui Suklan salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari pinggir sungai tersebut. Suklan pun mengatakan, “Sebagai masarakat yang terkena dampak banjir kemarin akhir Tahun (2020), Masyarakat memohon kepada pihak terkait, Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi, segera merealilasikan pengajuan dari Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak,” harap Suklan.

“Dan tanah terkena bekas banjir jarak panjang 1,5 kilo meter, dan tinggi 3 meter dari atas kebawah sungai yang tidak jauh dari rumah warga dan terlihat jelas ketika air surut. Masyarakat setempat merasa khawatir dan takut jikalau terjadi lagi banjir seperti tahun kemarin (2020), karena rumah warga berdekatan dengan Sungai Cisimeut dan kini semakin dekat”, tutur Suma menambahkan

Tidak menutup kemungkinan dengan intensitas dan curah hujan yang cukup tinggi saat ini, datangnya hujan terus-menerus akan mengakibatkan longsor bertambah parah kalau tidak ada perbaikan dari pihak pemerintah setempat baik Kabupaten maupun Provinsi. (Jamal)