Yayasan Pendidikan Pramudya Gunakan Strategi “Endorse” untuk membangkitkan Semangat Belajar Anak

Teropongpost, Bangka Tengah, –Minggu, (29/11/2020). Media sosial menjadi kebutuhan yang bisa dibilang pokok untuk zaman sekarang. Khususnya para generasi millenial, siapa yang tidak memiliki akun media sosial. Seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lain sebagainya.

Media sosial adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online. Sebagai pengguna media sosial, tentunya kita tidak asing dengan kata Endorse. Apalagi kita hidup di zaman istilah selebgram lagi marak-maraknya di media sosial.

Pada dasarnya kata “endorse” berasal dari kata “endorsement” yang artinya adalah sebuah tindakan mendukung (support) atau setuju terhadap sesuatu. Fenomena Endorse ini tak lain dan tidak bukan adalah salah satu bentuk promosi yang dilakukan online shop untuk menggaet konsumen baru. Dan jika foto dan caption dari artis ini sudah di posting, biasanya pihak online shop akan menggiring audience dengan memberi caption “Artis Aja Suka, Masa Kamu Enggak!” udah pasti tujuannya untuk membeli produknya.

Endorse bisa dilakukan oleh artis atau selebgram melalui post foto, video, bahkan di instagram storynya.

Namun dalam Aplikasi Psikososial saat ini Yayasan Pramudya akan Mengadopsi sistem “Endorse” dengan melibatkan seluruh Peserta Didik yang terkena Dampak Psikologis saat Pandemi Covid-19 terjadi beberapa bulan kemarin.

Penempatan anak untuk menjadi Subjek pembelajaran menjadi kunci keberhasilan pola Endorse ini.

Aspek Literasi

Anak diminta untuk mengendorse Diri dan Keluarganya (Bapak atau Ibu), menjelaskan secara sederhana peran ibu dalam memberikan arahan di rumah. Narasi ini tentu lebih awal diberikan Kisi dan Indikator Endorse didepan siswa.

Mereka (Siswa) diberikan kertas untuk menuliskan Nama Ayah, Ibu, Kakak, Adik dan Keluarga nya yang lain. Siswa diminta untuk menuliskan peran Ayah, Ibu, Kakak, atau Adik secara Jujur. (Peran Identifikasi)

Kemudian anak-anak akan diarahkan untuk Mengendorse satu diantara Keluarga mereka yang Positif memberikan Motivasi kepada nya dalam mengisi soal, mengerjakan perintah guru, dsb.

Aspek Numerik

Anak diarahkan untuk Menghitung Aktifitas mereka dengan disiapkan oleh Fasilitator angka Acak yang disiapkan di beberapa titik tempat Mengajar (bisa dilakukan diluar kelas). Angka Angka ini diambil secara acak oleh anak dengan terelbih dahulu sesuai absensi mereka dipanggil untuk mengambil angka yang Fasilitator simpan dibawah Pohon, Meja, Tanah, Pintu, dan sejenisnya. Angka itu dikoreksi oleh anak-anak sesuai perintah Fasilitator.

Contoh: Angka 5 disimpan dibawah pohon sekolah dalam Tulisan angka itu dibuatkan Kalimat “Apakah benar jumlah pohon ketapang disini berjumlah 5?”
Siswa mengoreksi dan mengkalkulasi jika benar dia akan menjelaskan sesuai jika salah dia akan mengoreksi dan mengubah sesuai fakta.

Setelah mengoreksi atau membenarkan, fasilitator meminta Anak untuk menguraikan jumlah kegiatan sehari hari saat belajar di rumah.

Contoh: si A setelah mengoreksi mendapatkan angka 4 maka Fasilitator meminta siswa tersebut menuliskan Empat jenis kegiatan dirumah dimulai Jam tertentu.

Metode ini Baru dan akan digunakan oleh Yayasan Pendidikan Pramudya untuk membangkitkan semangat anak-anak sesuai visi di Modul Pembelajaran. (Agus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.